Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

31 Maret 2013

_ Penuhkah Cangkirmu _

Seorang raja yang bijak karena tenggelam dalam kesibukan membangun negerinya, ia tak sempat memperhatikan putera mahkota. Maka, permaisurilah yang diberi tanggung jawab mendidiknya. Karena sang pangeran adalah anak tunggal, permaisuri jadi terlalu memanjakannya. Sang pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, tidak punya sopan santun dan malas belajar. 

Raja menjadi sedih memikirkan sikap puteranya dan nasib negerinya nanti. Akhirnya setelah berbincang-bincang dengan permaisuri, raja memanggil pangeran dan mengutusnya belajar selama satu tahun bersama seorang guru yang bijaksana di sebuah padepokan. Setibanya di sana dan menemui sang guru, pangeran langsung berulah. Ia menunjukkan sikap yang sombong, menyebalkan, dan sangat tidak sopan. Kalau sang guru bertanya, pangeran menjawab sekehendak hatinya. Kalau sang guru menerangkan pelajaran, pangeran tidak mau mendengarkan, malah sibuk bermain-main sendiri. Ia benar-benar bertingkah semaunya dan tak mau hormat sedikit pun pada sang guru. Hari demi hari berlalu. Namun kelakuannya tetap tidak berubah. Sombong, sok pinter dan tidak mau menyerap ilmu yang diberikan kepadanya.

Sang guru pun berpikir keras bagaimana mengajak pangeran supaya berubah menjadi baik dan rendah hati. Suatu hari sang guru mengajaknya minum teh bersama. Sang guru menuangkan air teh panas ke cangkir pangeran. Air teh panas itu ia tungkan terus menerus hingga tumpah kemana-mana. Sebagian tumpahannya mengenai tangan sang pangeran. Ia kepanasan lalu meloncat sambil marah-marah. “Hai guru bodoh! Menuang teh saja tidak becus, bagaimana kamu akan mengajar ilmu kepadaku? Mengapa cangkir sudah penuh masih dituang air teh terus?” umpat sang pangeran. Dengan senyum lembut sang guru berujar, “Engkau beruntung hanya tangan yang terkena percikan teh panas. Saya sengaja menuang air teh terus menerus sekalipun cangkir itu sudah penuh karena saya ingin mengingatkanmu bahwa cangkir itu sama dengan otak manusia. Bila kau membiarkan cangkir itu tetap penuh, maka tak mungkin diisi lagi, bukan? Mungkin itulah sebabnya pikiranmu tidak bisa menerima kehadiran Tuhan dan diisi dengan hal-hal yang baik, karena kau membiarkan pikiranmu dipenuhi oleh sikap sombong dan tinggi hati.
Baca Selengkapnya...

_Berkah atau Musibah_

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah dilihat orang, begitu gagah, anggun dan kuat.

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak,

"bagi saya, kuda ini bukanlah kuda," katanya.
"Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang.
Ia adalah sahabat. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat ?"

Orangtua itu miskin dan selalu mendapat godaan besar. Tetapi ia tidak mau menjual kuda itu.

Suatu pagi, ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. orang-orang desa datang menemuinya.

"Orang tua bodoh," mereka mengejeknya.
"Sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kuda Anda. Kami peringatkan bahwa Anda akan dirampok. Anda begitu miskin. Mana mungkin Anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga? Sebaiknya Anda menjualnya. Anda boleh minta harga berapa saja. Harga setinggi apapun akan dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan Anda ditimpa oleh kemalangan."

Orang tua itu menjawab,
"Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu.
Apakah hanya karena kuda saya tidak ada di kandangnya lalu kalian bilang bahwa saya telah mendapat musibah? bagaimana Anda dapat ketahui itu? Bagaimana Anda dapat menghakimi ?"

Orang-orang desa itu protes,
"Jangan menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak diperlukan. Fakta sederhana bahwa kuda Anda hilang adalah musibah."

Orang tua itu tersenyum dan berbicara lagi,
"Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu musibah atau berkah, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti ?"

Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol. Kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.

***************
lima belas hari kemudian.....

Kuda itu kembali. Ia tidak dicuri, ia hanya lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan,

"Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap musibah ternyata adalah berkah. Maafkan kami." kata salah seorang penduduk desa,

"Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah kembali. Katakan saja bahwa selusin kuda kembali bersama dia. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkah? Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana Anda dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang Anda tahu hanyalah sepotong dan janganlah terganggu dengan apa yang kalian tidak tahu."

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu sama lain.

Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. Mereka tahu itu adalah berkah. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul di sekitar orang tua itu dan menilai.

"Anda benar," kata mereka.

"Anda sudah buktikan bahwa Anda benar. Selusin kuda itu bukan berkah. Mereka adalah musibah. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tua Anda tidak punya siapa-siapa untuk membantu Anda. Sekarang Anda lebih miskin lagi."

Orang tua itu berkata,

"Tidak perlu berpikir seburuk itu. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkah atau musibah? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong."

Maka dua minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua itu yang tidak diminta karena ia terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan melihat anak-anak mereka kembali.

"Anda benar, orang tua!" mereka menangis.

"Tuhan tahu, Anda benar. Ini buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkah. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya."

Orang tua itu berujar,

"Kalian selalu menarik kesimpulan sendiri. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini, anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkah atau musibah. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu."
Baca Selengkapnya...

_Sapu Lidi_

Abah mau menerangkan satu hal yang sangat penting dalam hidup kalian," ujar lelaki yang dipanggil Abah oleh anak-anak tersebut. "Apa itu, Abah?" tanya salah seorang anak. "Sebelum menjawabnya, Abah ingin setiap kalian membawa sebuah sapu lidi," jawab Abah. Anak-anak itu terlihat sedikit bingung dengan apa yang dikatakan Abah, tapi akhirnya mereka pun menuruti keinginan Abah.

Masing-masing anak kembali ke rumah untuk mengambil sapu lidi. "Nah, syukurlah kalian telah memegang sapu lidi," ujar Abah sambil memandangi anak-anak tersebut. "Tugas kalian adalah menyapu halaman masjid ini sebersih mungkin. Udin menyapu bagian depan, Ahmad menyapu bagian kiri, Ali yang bagian kanan, dan Fahri bagian belakang," kata Abah dengan rinci. "Abah beri kalian waktu selama tiga puluh menit untuk menyapu, setiap satu menit kalian harus mencabut sebatang lidi, dan setiap sapu harus terdiri dari tiga puluh batang lidi. Siapa yang paling banyak menyapu dan paling cepat, maka ia akan mendapatkan hadiah". 

Segera saja keempat anak itu mengerjakan apa yang diperintahkan Abah. Dengan tekun dan gesit mereka menyapu halaman sekitar masjid yang cukup luas. Setiap satu menit Abah menepuk tangan sebagai tanda agar keempat muridnya mencabut sebatang lidi. Begitulah proses tersebut berlangsung. Batangan lidi yang berjumlah tiga puluh tersebut, satu demi satu hilang seiiring berlalunya waktu. Pada hitungan ketiga puluh, kumpulan lidi tersebut habis semua.

Setelah itu Abah memeriksa hasil kerja keempat muridnya. Tenyata hasilnya berbeda-beda. Ada yang mampu menyapu seluruh halaman, ada yang hanya setengah, bahkan ada yang hanya sedikit. Abah hanya tersenyum saja. Sejenak kemudian dia memanggil keempat anak tersebut. "Anak-anakku, Abah lihat kalian sudah menyapu dan hasilnya pun Abah rasa cukup menggembirakan. Halaman masjid menjadi bersih, walaupun Abah melihat bahwa sebagian dari kalian tidak berhasil membersihkan sampah secara keseluruhan," ungkap Abah. Setelah semuanya berkumpul, Abah bercerita kembali, "Ketahuilah anakku, bahwa salah satu harta yang Allah berikan kepada manusia adalah waktu. Ia adalah modal terbesar yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Barangsiapa yang mampu memanfaatkannya secara baik, maka ia akan bahagia hidupnya; tapi barangsiapa menyia-nyiakan waktunya maka ia akan sengsara.

"Abah, apa hubungan antara waktu dengan sapu lidi?" tanya seorang muridnya. "Itulah yang akan Abah terangkan kepada kalian," kata Abah. Ia pun melanjutkan petuahnya, "Hidup seorang Muslim itu seperti sapu lidi yang kokoh. Setiap hari satu batang lidi gugur, sampai pada satu saat tidak ada lagi lidi yang tersisa. Jadi lidi ini dapat dianalogikan dengan waktu yang membentuk hidup kita. Kalau kita memboroskannya berarti lidi itu hilang tanpa kita sempat menyapu. Karena itu, menyapulah sebanyak dan sesering mungkin sebelum lidi-lidi itu berguguran. Gunakanlah waktu muda kalian untuk berkarya besar, sebelum datangnya waktu tua saat kalian tidak mampu lagi berbuat apa-apa lagi.
Baca Selengkapnya...

16 Oktober 2011

::_Debat Abu Hanifah dengan Ilmuwan Kafir_::

pada zaman itu ada seorang ilmuwan besar yang sangat terkenal, sayangnya ilmuwan itu berkebangsaan romawi yang juga seorang atheis dan menolak mentah-mentah keberadaan Tuhan. 

Ketika itu para ulama diam saja dan tidak berusaha untuk menyadarkan si ilmuwan. tentu saja tidak semua ulama diam, masih ada yang peduli dengan keadaan tersebut, hal ini bisa berbahaya jika membiarkan si ilmuwan memengaruhi akidah umat. ulama yang dimaksud adalah guru Abu Hanifah yang bernama Hammad.

Pada suatu hari, orang-orang sudah berkumpul disebuah masjid. si ilmuwan naik ke mimbar dan menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya. ada maksud tersembunyi dibalik tantangan itu, sesungguhnya dia bermaksud menjatuhkan para ulama dengan argumen-argumen yang rasional.

si ilmuwan semakin congkak, apalagi setelah tantangan tak bersambut. dia menyangka semua ulama itu pengecut sehingga tidak ada seorangpun yan berani menyambut tantangannya itu. hal ini semakin diperkuat dengan suasana didalam mesjid yang tiba-tiba hening. beberapa orang saling pandang, ada pula yang mengarahkan padangan ke deretan paling depan tempat beberapa ulama duduk.

dari sekian banyak hadirin, ada seorang pemuda yang merasa sebal melihat kecongkakkan si ilmuwan. namun, dia berusaha menahan diri, barang kali ada seorang ulama senior yang berani tampil menghadapi tantangan itu.

sang pemuda menunggu lama, setelah yakin tak ada yang mau maju, barulah dia berdiri dan melangkah menuju mimbar. " Saya Abu Hanifah, siap berdebat dengan anda " kata sang pemuda sambil memperkenalkan diri.semua mata hadirin tertuju pada abu hanifah. mereka merasa heran melihat keberanian sang pemuda. beberapa orang mengatakan salut kepada abu hanifah. si ilmuwan sendiri merasa heran melihat keberanian itu, akan tetapi kebanyakan hadirin bersikap sinis dan menyepelekan kemapuan abu hanifah. adapula yang mempertanyakan motif abu hanifah tampil ke depan. apakah sekedar mencari sensasi, asal tampil atau mencari popularitas?

wajah abu hanifah tetap tenang. beliau tidak terpengaruh oleh berbagai bisikan yang ada. termasuk yang bernada miring sekalipun. dia menahan diri untuk berbicara karena merasa masih terlalu muda, sementara didalam masjid masih ada ulama senior. dia sendiri berharap ada seorang ulama senior yang mau meladeni tantangan sang ilmuwan. sayang, tidak ada seorangpun dari mereka yang mau naik ke mimbar.


"silahkan anda memulai," ujar abu hanifah mempersilahkan dengan sopan.
"Tahun berapa Tuhan kamu dilahirkan?" tanya ilmuwan kafir.
"Allah tidak melahirkan dan tidakpula dilahirkan" jawab abu hanifah
"hmm, masuk akal jika dikatakan Allah tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan, lalu pada Tahun berapa Dia ada?"

    "Dia ada sebelum segala sesuatu ada," tegas abu hanifah
    "bisakah berikan contoh konkret mengenai hal ini?"
     "anda tahu tentang perhitungan?" abu hanifah balik bertanya
     " iya, saya tahu"
     " angka berapa sebelum angka satu?"
     "tidak ada," jawab ilmuwan kafir.
    "Tidak ada angka lain yang mendahului angka satu, lalu mengapa anda bingung bahwa sebelum Allah itu tidak ada sesuatupun yang mendahului-Nya?"

"Baiklah, sekarang dimanakah Allah berada? sesuatu yang berwujud pasti membutuhkan tempat, bukan?" lanjut si ilmuwan
   "anda tahu bentuk susu?" tanya abu hanifah
  " iya, saya tahu" jawab si ilmuwan
  "apakah didalam susu itu terdapat keju?"
  "ya, tentu"
  " kalau begitu, coba perlihatkan dimana tempat keju itu sekarang!"

"jelas tidak ada tempat khusus. keju itu bercampur dengan susu di seluruh bagiannya" jawab si ilmuwan dengan semangat.
"nah, keju saja tidak mempunyai tempat khusus dalam susu. tidak sepatutnya anda meminta saya menunjukan tempat Allah berada"

"Tolong jelaskan Dzat Allah. apakah wujudnya Allah itu benda padat, seperti batu, benda cair; seperti susu ataukah seperti gas?"
"anda pernah mendampingi orang sakit yang kemudian meninggal dunia?"
"pernah"
"awalnya orang sakit itu bisa berbicara dan bisa menggerakkan anggota badannya, bukan?"
"ya, memang demikian halnya"
"tetapi kenapa tiba-tiba orang sakit itu diam tidak bergerak? apa yang menyebabkan hal itu?"
"jelas, itu karena ruh orang tersebut telah berpisah dengan tubuhnya"
"sewaktu ruh itu keluar, apakah anda masih berada disana?"
"saya masih disana"
"coba jelaskan apakah ruh orang itu benda padat, cair atau gas?"
"wah, kalau itu saya tidak tahu"
"anda sendiri tidak dapat menjelaskan bentuk ruh, apalagi saya harus menerangkan Dzat Allah yang menciptakan ruh."

"lazimnya, sesuatu mempunyai arah. kemanakah arah Allah menghadapkan wajah-Nya sekarang?" tanya si ilmuwan lagi.
"apabila anda menyalakan lampu, ke arah manakah lampu itu menghadap?"
"cahayanya menghadap ke semua arah"
"lampu buatan manusia saja seprti itu, apalagi dengan Allah Sang Pencipta alam semesta. Allah adalah cahaya langit dan bumi"

"ada awal dan ada akhir, seorang masuk surga itu ada awalnya, tapi kenapa tidak ada akhirnya? mengapa surga dan penghuninya itu kekal abadi?" kata si ilmuwan melanjutkan pertanyaannya.

"untuk hal itu anda bisa membandingkannya denga perhitungan angka. angka itu ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya"

"lalu bagaimana pula para penghuni surga makab dan minum tanpa buang hajat?"
"ini pernah dialami anda sewaktu didalam rahim ibu. 9 bulan abda makan dan minum tanpa pernah buang hajat. anda baru buang air besar dan kecil beberapa saat setelah terlahir ke dunia"

"tolong jelaskan bagaimana kenikmatan surga bisa terus bertambah tanpa ada habisnya?"
"ada banyak hal semacam itu didunia. misalnya ilmu, ilmu tidak habis atau berkurang jika dimanfaatkan malah semakin bertambah"

"Jika segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa pekerjaan Allah sekarang?"
"sejak tadi anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya hanya menjawab diatas lantai mesjid ini. kali ini untuk menjawab pertanyaan anda, saya mohon anda turun dari mimbar. saya akan menjawab pertanyaan anda barusan"

kemudian si ilmuwan turun dari mimbar sementara abu hanifah naik ke atas mimbar.
"saudara-saudaraku, dari atas mimbar ini saya akan menjawab pertanyaan tadi. tolong bisa anda ulang pertanyaannya?" tutur abu hanifah

"apa pekerjaan Allah sekarang?" kata si ilmuwan
"pekerjaan Allah tentu berbeda dengan pekerjaan makhluk. ada pekerjaan-Nya yang bisa dijelaskan dan ada pula yang tidak bisa dijelaskan. pekerjaan Allah sekarang adalah menurunkan orang kafir dari atas mimbar dan menaikkan orang mukmin ke atas mimbar. seperti itulah gambaran pekerjaan Allah setiap waktu".

===================================================================
_Like Father Like Son_



Baca Selengkapnya...

18 September 2010

~ Cukup cintai ia dalam diam ~

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...


karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...

kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..


karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?

dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...

jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...


Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?
Baca Selengkapnya...

22 Agustus 2010

Salam untuk sahabatku yg telah bersama Allah


dahulu,
saat dirimu dalam hampaan dunia
ku tinggalkan jejak tak terlihat
saat tawamu menyeret nafsu
ku tatih dalam langkah surammu

suatu masa
seperti bom atom yang meluluhlantahkan dunia
gelapmu bergeser ke terangmu
jiwa-jiwa kecil mu mengecup hidayah Rabb yang agung

dua tiga senyuman kecil kau ucapkan
"aku dah banyak salah dan aku akan berubah"
tanpa banyak kata, kau berubah

hidayah menenggelamkanmu dalam kasihnya
siluet kehidupan mulai tampak dalam kebanggaan harimu
perlahan tapi pasti
benang merah mulai menerangi gelapmu
perlahan mengikis jiwa-jiwa gelap itu

kau bagai pesona dunia ke 3
gayung bersambut dalam harapan.
hidayah yang datang engkau kemudikan dalam percaya
percaya kepada Rabb sekalian alam

tiada faham tiada kisah
gelap telah menjadi cahaya
dalam senyummu
dalam ketulusanmu

ikhlasmu senyumkan senja
istiqomahmu terangkan malam
menyapa sahabat-sahabat kecil tuk berubah bersama

kini
kau berpulang
senjapun hilang cerahnya
tiada lagi cahaya inspirasi itu
tiada lagi gempita subuh itu

sungguh,
hilang sudah putik ditengah taman
hilang sudah kehidupan berkah dalam ingatan
dalam do'a dan harap kau disana
bersama Rabb dalam lindungan

Riyan Al-Fajri
Baca Selengkapnya...

20 Agustus 2010

~ Surat Terakhir ~

Ya Allah....
Sungguh siang dan malam hanya dia yang ku impikan.
Meraja atas diriku.
Menjadi bagian tiap tarikan nafasku.
Tapi aku tak sanggup...
aku tak sanggup menanggung cinta ini
Cinta yang demikian dasyat Engkau anugrahkan.

Rindu yang terlalu luas, tak ada ujung dan tepian
Harapan yang demikian tinggi tanpa puncak dan akhiran.

Ya Allah...
Biarlah dia selamanya menjadi mimpiku
Jika kau jadikan dia nyata,
Aku tak sanggup menerima geletar cinta itu...
Yang seakan mau meledakan tubuh

Ya Allah...
Biarlah dia menjadi khayalku. 
Dan selamanya begitu...

Biarlah jiwaku merintih perih,
karena ku tau yg menjadikannya perih
hanyalah nafsu...

Ya Allah...
Jikalah memang aku mencintainya,
anugerahkan ketulusan dihatiku
agar aku tak menjadikannya
sandaran nafsu..

Bukankah tak ada seorang pun pecinta sejati
melainkan dia mencintai kekasihnya karena-Mu
lalu dia kehilangan kekasihnya karena-Mu jua?

Ya Allah...
ku titipkan rasa ini pada-Mu,
anugerahkan keikhlasan
agar aku dapat melepas semua ini...

Dan...
Tegarkan hati dan imannya
seperti ketegaran Nabi Yusuf 'alaihissalam...

"Didalam sepi ia selalu hadir,didalam sendiri ia selalu menyindir, kadang meronta bersama air mata,seolah tak kuasa menahan duka, biarlah semua mengalir, berikanlah kepada ikhtiar dan sabar, untuk mengejar,sabarlah menunggu, janji Allah kan pasti, hadir tuk datang, menjemput hatimu, sabarlah menanti, usahlah ragu,kekasih akan datang sesuai dengan Iman di Hati.."
(Menunggu Di Sayup Rindu-Maidani)
Amiin...
Created By : Febrian, Izza & Melati 'khan' Dinii

untuk yang jauh di sana
Baca Selengkapnya...

Ketika Hati Muslimah Terluka ( Rafael Napoleon )

ketika hati seorang muslimah terluka,
ia akan menghapus air mata nya dengan imannya

ketika hati seorang muslimah terluka,
ia akan menguatkan hatinya dengan ilmunya

ketika hati seorang muslimah terluka,
hati-hari nya akan ia penuhi dengan semangat perubahan lebih baik pada dirinya

ketika hati seorang muslimah terluka,
ia menari dalam do'a permohonan ampunnya terhadap Tuhannya

ketika hati seorang muslimah terluka,
wajah kusutnya tetap terlihat indah bagi dunia

ketika hati seorang muslimah terluka,
bibir merahnya menyimpulkan senyuman untuk hidupnya

ketika hati seorang muslimah terluka,
matanya basah oleh lembutnya hatinya

ketika hati seorang muslimah terluka,
dunia nya terasa akan berlanjut dan ia harus tegar

ketika hati seorang muslimah terluka,
jiwa lembutnya sampaikan ketenangan pada hati kecilnya

ketika hati seorang muslimah terluka,
akal dan hatinya hadir untuk menanti kesadarannya

ketika hati seorang muslimah terluka,
tangannya ia pergunakan seperti biasanya

ketika hati seorang muslimah terluka,
tak akan ada perubahan dalam dirinya oleh hal-hal yang tidak berguna

ketika hati seorang muslimah terluka,
ia gunakan kesadarannya tuk menjaga perasaan orang sekitarnya

ketika hati seorang muslimah terluka,
air matanya dijadikan do'a untuk keselamatan orang yang melukainya

ketika hati seorang muslimah terluka,
jari-jemarinya bergerak untuk tetap menolong orang lain tanpa beban di hatinya

ketika hati seorang muslimah terluka,
hidupnya tetap menjadi kebahagiaan bagi orang sekitarnya

ketika hati seorang muslimah terluka,
jalan panjang didepan matanya tetap ia arungi

ketika hati seorang muslimah terluka,
kepercayaan dirinya tetap tak akan luluh

ketika hati seorang muslimah terluka,
ia dan dirinya tetap menjadi MUSLIMAH...

TETAP MENJADI MUSLIMAH...
TETAP MENJADI WANITA SHALEHAH...
TETAP MENJADI WANITA YANG TERHORMAT...
TETAP MENJADI HAMBA ALLAH YANG MAHA AGUNG...

=> Riyan Al-Fajri
Baca Selengkapnya...

Surat Cinta seorang Lelaki Muslim ( Rafael Napoleon )

Assalamu'alaikum, ya saudariku

tahukah engkau, disaat pertama kali mata ini melihatmu, mata ini menemukan keindahan Allah pada dirimu.
tahukah engkau, disaat pertama kali langkah ini mengikutimu, langkah ini seperti menemukan jalan terbaik dalam hidupnya
tahukah engkau, disaat pertama kali hati ini tersentuh oleh akhlakmu, hati ini seperti begitu dekat dengan kuasa Tuhannya

sungguh nikmat Allah lah yang menyebabkan aku bisa bertemu dg mu.
sungguh kuasa Allah lah yang menyebabkan hati ini terpikat oleh mu
sungguh kebesaran Allah lah yang menyebabkan jiwa ini menundukkan keperkasaannya pada mu

semula kurasa ini adalah sumber kekuatanku
semula kurasa ini adalah sumber inspirasiku
semula kurasa ini adalah sumber kebahagiaanku

namun, bumi bukanlah bulan. dan bulan bukanlah bintang.
semua tidak lah sama.

demi Allah, Dzat yang maha pengasih.
sungguh, Kasih yang kurasa ini adalah bagian Nafsu yang harus aku hindari
karena kuperhatikan dirimu bukan dengan Iman ku, tapi Ketertarikanku
karena kusukai sikapmu bukan dari Ilmu ku, tapi dari kekagumanku
karena kusayangi ketulusanmu bukan dari kesadaranku, tapi dari keberadaanmu bagiku

syaithan telah menguburku dengan perasaan ini.
syaithan telah memerangkapku dengan kasih ini.

apa yang hendak aku lakukan?

jikalau datang masa nya, aku berniat untuk menikahimu
jikalau datang saatnya, aku akan berbahagia menghadiahkan engkau atas amal yang aku lakukan
jikalau datang kesempatannya, aku akan lindungi dirimu dg jiwa dan ragaku karena Tuhanku.

aku hanya bisa berdo'a untuk hidup ini.

Ya allah, jikalau ia adalah wanita yang ku sayangi karena engkau
temukanlah kami dalam kasih dan Ridha mu

Ya allah, jikalau ia adalah wanita yang engkau ridhai akan mendampingiku
temukanlah kami dalam rahmat dan karunia mu

Ya allah, jikalah ia adalah wanita yang ku cintai karena engkau
lindungilah ia dan lindungilah aku ya allah

namun,
Ya allah, jikalau ia adalah wanita yang kusayangi karena nafsu ku
maafkan aku ya Allah, bukalah hati ku ya Allah

Ya allah, jikalau ia adalah wanita yang ku cintai karena keangkuhan ku
lindungilah ia  ya Allah, berikanlah ia lelaki terbaik menurut engkau.

sungguh pilihanmu adalah pilihan terbaik bagi setiap hamba mu...

Ya allah, kutitipkan surat ini di lautan kehidupanmu ya allah
biarlah kata-kata hati ini menjadi teman bagi kesendirian meja tulisku...
biarlah kosa kata ini menjadi sahabat bagi yang pas untuk nya...

ya allah,
jadikanlah jiwa ini dan jiwa nya selalu dalam kasih dan sayang mu Ya allah
dan hindarkanlah aku dari perbuatan yang engkau haram kan.
dan berikan ketenangan dan kekhusyukan dalam hati ini dalam menghadapmu
Ya allah

salamu'alaik...
hamba Allah yang mengharapkan Ridha Rabb nya

=> Riyan Al-Fajri
Baca Selengkapnya...

Andaikan Cinta ( Rafael Napoleon )

sangsi ku saksikan burung - burung bernyanyi di pagi hari nan cerah ini.
ia begitu bahagia dan tenang.

sangsi ku perhatikan angsa berbaris mencari nafkah pagi hari ini.
mereka begitu serasi dan harmoni

angin bersandar dalam ketundukan,
awan menari dalam kenangan,
lambaian daun menyejukkan awal kehidupan dunia pagi ini

semakin mata ini menari
semakin kuasa Allah tampak dalam dinding - dinding dunia

kuperhatikan di ufuk timur dunia fana
kiriman cahaya tenang dari senyuman Ayah menerangi sang anak.
"kamu harus belajar rajin ya. ayah pergi kerja dulu. harus banggakan bangsa!"

dibagian ufuk barat muncul serinai warna kehidupan kedua
"wahai, istriku. sungguh aku akan mencari nafkah demi keridhaan Allah hari ini. Do'a kan aku tuk selalu dalam kasihnya"
"tentu saja, Kang Mas ku tersayang karena Allah. demi Allah, penguasa hidup, sungguh jika sayang mu dan usahamu karena Allah. Ia kan selalu lindungi mu"

Mata ini menyapa kesibukan telinga dalam noda-noda hidup tanpa batas
untaian kata-kata cinta menyejukkan jiwa kosong tanpa batas ini.
menegukkan segelas air dalam kekeringan jiwa.
masihkah jiwa ini merasa kosong?
disaat tengarai harapan memenuhi satu dua cinta dalam hidup

Ya,  Malikul Haq.
engkau jadikan kejadian Cinta dalam harapan jadi
engkau susupkan wibawa Sayang dalam nostalgia kasih Mu.
penuhi Jagad dalam satu HURF,
"Sayang Karena Engkau"

sungguh Dunia milikmu, dan Cinta ada pada Mu.
lindungi hamba-hambamu ini tuk selalu terjaga dalam Cinta Mu, Ya Rahim...

=> Riyan Al-Fajri
Baca Selengkapnya...

Jika saja bukan karena keridhaan-Mu, Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini dengan Cinta-Mu? #Izza Rupaida Febriani#