06 Juni 2015

::_Madrasatul ula_::

Assalamu'alaykum wr wb,
Alhamdulillaah, bisa nengok sejenak blog ini yang sebenarnya selalu terpampang di jajaran page
google chrom juga mozila firefox tapi selalu terlewat walau hanya sekedar diKLIK. hehe
liat postingan awal diberanda masih tentang ikatan mistaqon ghalidza yang alhamdulillaah sudah 9 bulan berlalu, udah mules2 buat lahiran kali ya. :-D tapi berhubung pasca menikah Allooh kasih dulu kesempatan pacaran yang cuma dinikmati berdua aja, barulah masuk bulan ketiga pernikahan Allooh kasih kejutan lagi yang bikin airmata meleleh (cieelah, kayak coklat kepanasan aja bisa meleleh).
hari ini pas lagi hari sabtu dimana kerjaan agak longgar jadi bisa posting dulu disini. cuma pengen copy-in artikelnya ustadz Fatih karim aja tentang madrasatu ula; dimana seorang ibu adalah madradah pertama bagi anak-anaknya. tulisan ini bikin ciut sekaligus memotivasi. ciutnya karena sekarang udah masuk usia kehamilan 6 bulan upgrade ilmunya belum all out :-( tapi ngga terlambatkaaan? (insyaa Allooh).
ini yang dari awal kehamilan sudah difikirkan dan sering jadi trending topic menjelang tidur tapi terkadang masih ada ragu. berhenti kerja atau jadi ibu rumah tangga sepenuhnya, alhamdulillaah dalam kegalauan nemu tulisan ini. selamat menyimak :
Suami Kerja,Isteripun Kerja ! Bagaimana Keluarga?
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Suami gaji 4 juta, istri gaji 3 juta, total penghasilan keluarga 7 Juta.
Kalau istri berhenti kerja, penghasilan keluarga tetap 7 juta. Karena Rezeki istri melalui suami. Dengan beragam cara bila Allah sudah berkehendak.

Bisa Suami naik gaji
Bisa Bisnis Suami sukses.
Jadi bagi para istri yang masih kekeuh bekerja dengan alasan nanti penghasilan keluarga berkurang, Apakah para Istri lupa bahwa ada Allah yang menjamin Rizki buat Suami yang akan diberikan ke keluarga?
Tugas utama seorang Isteri adalah "Ummu Warobatul Bait " ibu dan pengatur Rumah Tangga. Jika tugas utama ini terabaikan dengan aktifitas mubahnya dalam bekerja maka hukum bekerja menjadi tidak diperbolehlan. Karena jika hilang fungsi isteri dan seorang ibu maka kehancuran generasi sudah menjadi suatu kepastian, karena merka adalah madrasatul ula (pendidikan pertama dan utama) bagi anak- anaknya.
Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya...

18 Oktober 2014

::_Ikatan itu Bernama Mitsaqan-Ghalizhan_::



Menikah adalah kesucian. Sangat besar kemuliaan di dalamnya.Sangat tinggi kedudukannya dalam Islam, sehingga Al-Qur’an menyebutnya sebagai mitsaqan-ghaliza (perjanjian yang sangat berat). Hanya tiga kali kata ini disebut, dua untuk perjanjian tauhid. Maka, pernikahan yang diridhai Allah akan dipenuhi oleh doa malaikat yang menjadi saksi pernikahan.

Alhamdulillaah...
atas segala ni'mat tak terhingga, Allooh telah menjadikan ma'mum yang diimami oleh orang yang harus aku cintai dan ta'ati. 

Alhamdulillaah...
8 September 2018, Allooh kehendaki seorang lelaki mengucap akad
merajut perjanjian diri dengan Tuhannya
perjanjian yang disaksikan dan dihamburi doa para malaikat

Alhamdulillaah...
bahagiaku kini tak ku reguk sendiri
sedihpun juga begitu
ada jalinan yang membuat tawa bisa dirasa berdua
ada jua ikatan yang saling menguatkan

Allooh...
Bantulah kami untuk mengingat-Mu
Bersyukur kepada-Mu
dan agar bisa beribadah dengan baik kepada-Mu


Muhammad Abduh Sobar & Izza Rupaida Febriani


Baca Selengkapnya...

03 April 2013

_Shalat Shubuh tepat waktu mencegah dari penyakit Kardiovaskular_

Sholat subuh yang dilakukan waktu pagi dini hari ini memiliki manfaat bagi kesehatan. Manfaatnya terletak pada waktunya dan gerakan sholat subuh. Banyak yang masih meremehkan waktu sholat subuh. Banyak yang beralasan karena waktu terlalu pagi, masih mengantuk, dan udara yang dingin. Jika alasan seperti itu, mengapa Allah perintahkan sholat subuh di pagi hari yang dingin, saat kita masih sayup-sayup mengantuk?

Bukti berikut dipaparkan secara medis untuk memenuhi pemahaman tentang kehebatan sholat subuh selain secara agama. Inilah jawabannya:

Pada waktu pukul 6 pagi sampai pukul 12 siang, serangan jantung akan menjadi cepat pada waktu-waktu tersebut. Pada saat itu terjadi peningkatan tegangan saraf simpatis, dan penurunan tegangan saraf parasimpatis.

Pada waktu pagi dini hari sekitar pukul 3 pagi sampai siang hari, secara perlahan dalam tubuh manusia terjadi peningkatan adrenalin menyebabkan tekanan darah meningkat. Selanjutnya terjadi peningkatan aktifitas agregasi tombrosit (sifat saling menempel pada sel tombrosit yang mengakibatkan darah membeku) walaupun kita tertidur. Penyempitan pembuluh darah berefek negatif bagi tubuh karena pengaruh lancar atau tidaknya aliran darah. Tubuh memerlukan suatu zat yang ada pada sel pembuluh darah untuk melebarkan kembali pembuluh darah. Zat tersebut bernama NO (Nitrik Oksida).

Saat kita bangun di pagi hari menjalankan sholat, tubuh akan aktif menaikkan kadar zat NO dalam tubuh. Gerakan-gerakan yang dibangun pada pagi hari membuat produksi zat NO naik lebih cepat sehingga mencegah darah membeku karena efek agregasi tombrosit berkurang. Setelah sholat tentunya kita melakukan hal lain, misal mengaji, menyiapkan sarapan, olahraga dan lainnya.

Mandi sebelum sholat subuh lebih sehat lagi. Karena tubuh cepat bangun dari rasa lemas mengantuk sehingga pikiran lebih cemerlang. Mandi sebelum sholat memiliki keuntungan berharga yaitu kita melaksanakan sholat subuh dengan keadaan tubuh segar dan pikiran jernih. Bangun di pagi buta dan melakukan gerakan, maka dipastikan akan membantu mencegah penyakit kardiovaskular.



Sumber : _http://atjehlink.com_
Baca Selengkapnya...

_Anantomi Gerakan Wudhu Menurut Pandangan Medis_

1. Rahasia Jumlah Tulang Manusia dan Ritual Wudhu

Jumlah tulang manusia dewasa ada 206 ruas (Henry Netter, 1906).Akan tetapi secara embriologis pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan itu ada 350-an pusat penulangan (Leslie Brained Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat –pusat penulangan yang menyatu, membentuk tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun. Dalam kajian penulis, didapatkan adanya rahasia matematis tersebut. Ada dua premis (dari hadits dan atsar) :

a. Apabila kamu ditimpa demam satu hari, kemudian kamu bersabar, kamu akan mendapat pahala seperti ibadah satu tahun (Atsar dari Ali bin Abi Thalib)

b. Tiap – tiap ruas tulang anak adam itu ada sedekahnya setiap harinya (HR Bukhari Muslim, termasuk Hadits Arbain)

Dari dua premis tersebut dapat dihubungkan, bahwa tubuh ini mengandung sejumlah tulang yang mendekati bilangan hari dalam setahun. Tulang – tulang penyusun anggota wudhu jumlahnya tertentu,
dikalikan masing – masing dengan jumlah kali pembasuhan pada ritual wudhu, akan menghasilkan sama dengan bilangan keseluruhan jumlah tulang manusia.

Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian – bagian tubuh yang dibasuh saat wudhu :

a. Lengan dan tangan : 30 buah

b. Tungkai dan kaki : 31 buah

c. Wajah : 12 buah

d. Rongga mulut dan hidung : 41 buah

e. Kepala : 12 buah


Bagian tubuh poin a – d dijumlahkan menghasilkan angka 114. Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena pembasuhan waktu melakukan wudhu sebanyak 3 kali, menghasilkan angka 342. Poin e tidak dikalikan 3 karena memang hanya dibasuh 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12, didapatkan angka 345, yakni sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun hijiriyah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia.

2. Wudhu dan Aliran Darah Perifer

Dalam hadits riwayat empat Imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad Hambali) diterangkan

“Sempurnakanlah dalam berwudhu dan gosoklah sela – sela jari kalian...” perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela – sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah barang tentu memperlancar
aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.

Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 – 230 ujung saraf peraba.

3. Titik – titik penting terdapat di Anggota Wudhu
Kita dapat memahami bahwa anggota wudhu yang dibasuh adalah bagian – bagian tubuh yang biasanya banyak bersentuhan dengan dunia luar. Bagian – bagian tersebut umumnya tidak tertutup pakaian, abhakan memang menjadi alat kontak tubuh kita dengan lingkungan, sehingga paling banyak mengalami kontaminasi (kotoran), dan oleh karena secara logis paling perlu dibasuh. Inilah aspek higine dalam ritual wudhu.

Disisi lain, daerah ujung lengan (siku ke bawah) dan ujung tungkai
(lutut kebawah) terdapat titik – titik penting dalam akupuntur. Seluruh organ bagian dalam memiliki lima buah titik penting apabila dilakukan stimulasi akam memperbaiki fungsinya. Beberapa gangguan fungsi organ juga bisa dinormalkan dengan cara menstimulasi titik – titik penting tersebut.

“berwudhu dan gosoklah sela – sela jari kalian...”

perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela – sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah barang tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.

Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 – 230 ujung saraf peraba.

4. Ear Acupunture

Akupuntur telinga berkembang menjadi suatu cabang spesialis kedokteran di China. Menurut ilmu akupuntur telinga adalah representasi dari tubuh manusia. Bentuk telinga serupa dengan bentuk tubuh saat masih berupa janin yang meringkuk dalam rahim ibu. Kepalanya adalah bagian sering dipasan anting. Daerah lubang adalah rongga tubuh tempat tersimpanya organ – organ dalam. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan berpengaruh baik terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung. Pemijatannya juga seakan – akan melakukan stimulasi daerah punggung dan ruas – ruas tulang belakang.

Ilmu Brain Gym juga menjelaskan gerakan pasang telinga. Caranya, telinga digosok – gosok sendiri dengan lembut, hingga timbul warna kemerahan dan dirasakan dengan sensasi yang lebih hangat. Metode ini menambah konsentrasi dan daya serap belajar anak disekolah. Akibatnya prestasi juga meningkat. Sebaiknya anak – anak diajari untuk melakukan ini secara sadar, saat memulai belajar, baik di sekolah maupun dirumah

· Dirangkum dari Buku Mukjizat Gerakan Sholat oleh dr. Sagiran, M.Kes, Sp.B

· Selengkapnya ada juga ANANTOMI GERAKAN SHOLAT MENURUT PANDANGAN MEDIS
Baca Selengkapnya...

_Manfaat berWudlu bagi kesehatan_

a. Manfaat secara umum

Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan. Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban.

Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit.

Kalau kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.

Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20,sebagaimana kita tahu jepang membutuhkan 100 tahun untuk membiasakan cuci tangan, kapanye2 cuci tangan juga sedang gencar2nya di media massa, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!


b. Keutamaan Berkumur –kumur

Berkumur –kumur berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.

Penelitian modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan. Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.


c. Istinsyaq

Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan.

Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.

Penelitian ilmu modern yang dilakukan oleh tim kedokteran Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang yg berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Tidak diragukan lagi bahwa lubang hidung merupakan tempat yg rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara kontinyu den melakukan istinsyaq (memasukan dan mengeluarkan air ke dan dari hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri, dan ini mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Proses ini dapat menjaga manusia akan bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke anggota tubuh yg lain

d. Membasuh Wajah dan Kedua Telapak Tangan

Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sampai ke siku memiliki manfaat yang sangat besar dalam menghilangkan debu dan mikroba, lebih dari membasuh hidung. Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sanpai ke siku juga daat menghilangkan keringat dan permukaan kulit dan membersihkan kulit dari lemak yg dipartisi oleh kelenjar kulit, dan ini biasanya menjadi tempat yg ideal untuk berkembang biaknya bakteri.

Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita

e. Membasuh Kedua Telapak Kaki
Membasuh kedua telapak kaki dengan memijat secara baik danpat mendatangkan perasaan tenang dan nyaman, karena telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Orang yang berwudhu seakan-akan memijat seluruh tubuhnya satu-persatu, padahal ia hanya membasuh kedua telapak kakinya dengan air dan memijatnya dengan baik. Ini merupakan salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang dirasakan oleh seorang muslim setelah berwudhu
Baca Selengkapnya...

_Kenapa Pria diharamkan memakai emas_

Inilah tinjauan ilmiah atau analisa medisnya.. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita ( pria ) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas ( diikenal dengan sebutan " Migrasi Emas " )

Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ? Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.

Ternyata Islam begitu hebat !. Dilarang oleh Rasulullah ternyata karena ada dampak negatif. Padahal dulu, 1400 tahun yang lalu, belum ada para ahli fisika, tetapi Rasulullah sudah tahu. Wallahu a'lam.
Baca Selengkapnya...

01 April 2013

_ Ibnu Taimiyah _

Dia bernama Majdu Ad-Din Abu Al Barakat Abdu As- Salam bin Abdullah bin Al Khadhir Al Harrani bin Taimiyah. Dia adalah seorang imam, ahli fikih dan merupakan syaikh madzhab Hanbali. 
Dia lahir pada tahun 509 H.
Dia adalah sosok yang cakap, jenius dan luas pemahamannya. Dia menulis banyak buku dan sastra, menguasai ilmu Qira’ah Sab’ah serta referensi bagi para ulama fikih.
Aku mendengar syaikh Taqiyuddin Abu Al Abbas berkata, “Syaikh Jamaluddin bin Malik berkata, Allah SWT memudahkan ilmu fikih bagi syaikh Majd ini sebagaimana Dia melunakkan besi bagi Nabi Daud AS. Syaikh melanjutkan, kakekku adalah sosok yang memiliki kecerdasan yang luar biasa.”
Al Burhaan Al Maraghi menceritakan bahwa dia pernah bertemu dengan syaikh Al Majd. Kemudian, dia menanyakan satu masalah. syaikh menjawab, “Masalah itu dapat dijawab melalui 60 sudut pandang. Yang pertama begini, yang kedua begini dan begitu seterusnya sehingga sampai yang keenam puluh. Lalu dia berkata, aku memberimu kebebasan untuk berdiskusi atas jawaban-jawabanku tadi.” Maka Al Burhan pun akhirnya tertunduk dan menghormati syaikh.
Syaikh Taqiyuddin berkata, “Aku bangga dengan kakekku, dia mampu mengahafal teks-teks buku dan beberapa madzhab yang ada pada saat itu. Dia juga mampu menjabarkan semua itu tanpa mengalami kesulitan sedikitpun.”
Imam Abdullah bin Taimiyah menceritakan bahwa kakeknya tumbuh dalam keadaan yatim. Kemudian, dia pergi menyertai anak pamannya ke Irak. Saat itu, dia berumur 13 tahun dia menginap dan mendengar anak pamannya itu mengulang-ulang banyak masalah tentang perbedaan madzhab. kemudian, dia menghafal semua yang didengarnya itu. Suatu hari Al Fakhr Isma’il berkata, “Apa yang dimiliki oleh anak kecil sesperti ini?” Maka Al Majd kecil pun bergegas dan berkata “Syaikh, aku sudah hafal pelajaran ini.” Kemudian, dia mulai memperdengarkannya. Syaikh sendiri akhirnya tertunduk dan mengakui kecerdasannya. Dia berkata, “Sungguh anak kecil ini kelak menjadi pembaharu Islam.”
Dia tinggal di Baghdad selama 6 tahun hanya untuk  menuntut illmu. Kemudian, dia kembali lagi ke kampungnya. Setelah itu, Dia berangkat yang kedua kalinya ke Baghdad. Hal ini dilakukan sebelum tahun 620 H. Di kota ini dia menghabiskan waktunya untuk menambah ilmu dan menulis beberapa kitab. Pekerjaan ini dia lakukan atas dorongan takwa, mengikuti sunnah dan keagungan ilmu.
Dia meninggal dunia di Harraan pada tahun 652 H.
Baca Selengkapnya...

31 Maret 2013

_ Penuhkah Cangkirmu _

Seorang raja yang bijak karena tenggelam dalam kesibukan membangun negerinya, ia tak sempat memperhatikan putera mahkota. Maka, permaisurilah yang diberi tanggung jawab mendidiknya. Karena sang pangeran adalah anak tunggal, permaisuri jadi terlalu memanjakannya. Sang pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, tidak punya sopan santun dan malas belajar. 

Raja menjadi sedih memikirkan sikap puteranya dan nasib negerinya nanti. Akhirnya setelah berbincang-bincang dengan permaisuri, raja memanggil pangeran dan mengutusnya belajar selama satu tahun bersama seorang guru yang bijaksana di sebuah padepokan. Setibanya di sana dan menemui sang guru, pangeran langsung berulah. Ia menunjukkan sikap yang sombong, menyebalkan, dan sangat tidak sopan. Kalau sang guru bertanya, pangeran menjawab sekehendak hatinya. Kalau sang guru menerangkan pelajaran, pangeran tidak mau mendengarkan, malah sibuk bermain-main sendiri. Ia benar-benar bertingkah semaunya dan tak mau hormat sedikit pun pada sang guru. Hari demi hari berlalu. Namun kelakuannya tetap tidak berubah. Sombong, sok pinter dan tidak mau menyerap ilmu yang diberikan kepadanya.

Sang guru pun berpikir keras bagaimana mengajak pangeran supaya berubah menjadi baik dan rendah hati. Suatu hari sang guru mengajaknya minum teh bersama. Sang guru menuangkan air teh panas ke cangkir pangeran. Air teh panas itu ia tungkan terus menerus hingga tumpah kemana-mana. Sebagian tumpahannya mengenai tangan sang pangeran. Ia kepanasan lalu meloncat sambil marah-marah. “Hai guru bodoh! Menuang teh saja tidak becus, bagaimana kamu akan mengajar ilmu kepadaku? Mengapa cangkir sudah penuh masih dituang air teh terus?” umpat sang pangeran. Dengan senyum lembut sang guru berujar, “Engkau beruntung hanya tangan yang terkena percikan teh panas. Saya sengaja menuang air teh terus menerus sekalipun cangkir itu sudah penuh karena saya ingin mengingatkanmu bahwa cangkir itu sama dengan otak manusia. Bila kau membiarkan cangkir itu tetap penuh, maka tak mungkin diisi lagi, bukan? Mungkin itulah sebabnya pikiranmu tidak bisa menerima kehadiran Tuhan dan diisi dengan hal-hal yang baik, karena kau membiarkan pikiranmu dipenuhi oleh sikap sombong dan tinggi hati.
Baca Selengkapnya...

_Berkah atau Musibah_

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah dilihat orang, begitu gagah, anggun dan kuat.

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak,

"bagi saya, kuda ini bukanlah kuda," katanya.
"Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang.
Ia adalah sahabat. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat ?"

Orangtua itu miskin dan selalu mendapat godaan besar. Tetapi ia tidak mau menjual kuda itu.

Suatu pagi, ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. orang-orang desa datang menemuinya.

"Orang tua bodoh," mereka mengejeknya.
"Sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kuda Anda. Kami peringatkan bahwa Anda akan dirampok. Anda begitu miskin. Mana mungkin Anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga? Sebaiknya Anda menjualnya. Anda boleh minta harga berapa saja. Harga setinggi apapun akan dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan Anda ditimpa oleh kemalangan."

Orang tua itu menjawab,
"Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu.
Apakah hanya karena kuda saya tidak ada di kandangnya lalu kalian bilang bahwa saya telah mendapat musibah? bagaimana Anda dapat ketahui itu? Bagaimana Anda dapat menghakimi ?"

Orang-orang desa itu protes,
"Jangan menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak diperlukan. Fakta sederhana bahwa kuda Anda hilang adalah musibah."

Orang tua itu tersenyum dan berbicara lagi,
"Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu musibah atau berkah, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti ?"

Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol. Kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.

***************
lima belas hari kemudian.....

Kuda itu kembali. Ia tidak dicuri, ia hanya lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan,

"Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap musibah ternyata adalah berkah. Maafkan kami." kata salah seorang penduduk desa,

"Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah kembali. Katakan saja bahwa selusin kuda kembali bersama dia. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkah? Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana Anda dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang Anda tahu hanyalah sepotong dan janganlah terganggu dengan apa yang kalian tidak tahu."

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu sama lain.

Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. Mereka tahu itu adalah berkah. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul di sekitar orang tua itu dan menilai.

"Anda benar," kata mereka.

"Anda sudah buktikan bahwa Anda benar. Selusin kuda itu bukan berkah. Mereka adalah musibah. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tua Anda tidak punya siapa-siapa untuk membantu Anda. Sekarang Anda lebih miskin lagi."

Orang tua itu berkata,

"Tidak perlu berpikir seburuk itu. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkah atau musibah? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong."

Maka dua minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua itu yang tidak diminta karena ia terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan melihat anak-anak mereka kembali.

"Anda benar, orang tua!" mereka menangis.

"Tuhan tahu, Anda benar. Ini buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkah. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya."

Orang tua itu berujar,

"Kalian selalu menarik kesimpulan sendiri. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini, anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkah atau musibah. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu."
Baca Selengkapnya...

_12 Cara mengatasi sakit kepala_

KOMPAS.com - Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia adalah kondisi terdapatnya rasa sakit di kepala, kadang di leher bagian belakang leher atau punggung bagian atas. Gangguan sakit kepala sekilas memang terlihat sebagai suatu masalah yang sepele, namun kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas.

Ada banyak cara untuk mengatasi serangan sakit kepala, salah satunya dengan minum obat pereda nyeri. Namun ada pula beberapa cara alternatif yang bisa Anda gunakan untuk mengusir penderitaan akibat sakit kepala:

1. Biofeedback

Ini adalah suatu metode menggunakan sensor elektronik untuk memonitor fungsi tubuh seperti masalah ketegangan otot, suhu kulit, detak jantung, dan tekanan darah. Keterangan kondisi pasien biasanya akan terlihat melalui suara atau gambar di komputer. Studi menunjukkan, biofeedback sangat efektif untuk mengatasi migrain dan ketegangan di kepala. Sebuah analisis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Headache menunjukkan terapi perilaku, seperti biofeedback, lebih hemat biaya dibandingkan pemberian resep obat.

2. Akupunktur

Dalam metode akupunktur, jarum tipis dimasukkan ke bawah lapisan kulit untuk menyetel kembali aliran energi, atau qi, di dalam tubuh. Sebuah analisis oleh para ahli yang dikenal sebagai Cochrane review menemukan,  akupunktur dapat membantu mencegah migrain akut dengan lebih sedikit efek samping. Bukti juga menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu orang dengan sakit kepala kronis

3. Pijat

Untuk pertolongan sementara sakit kepala, Anda bisa mencoba untuk menggosok pelipis atauleher, punggung, kepala, atau bahu. "Anda akan merasa lebih baik sementara waktu, tapi kemudian Anda harus melakukannya lagi," kata Salwa H. Hanna, MD,  pemilik dan direktur medis dari Headache Clinic of Denver. Dalam sebuah penelitian kecil, penderita migren yang mendapatkansesi pijat selama enam minggu, frekuensi migrainnya cenderung berkurang dan mendapatkan kualitas tidur lebih baik.

4. Peregangan

Lakukan peregangan untuk mengurangi otot tegang yang memberi kontribusi terhadap nyeri. Cobalah tiga gerakan ini :  gerakan leher (dagu ke depan, ke atas, dan ke samping kiri dan kanan); gerakan bahu (gerakan bahu ke atas, putar bahu ke depan dan belakang); dan leher isometrik (tangan menekan pada setiap sisi kepala). Lakukan peregangan dua kali sehari selama 20 menit per sesi. Tahan peregangan selama lima detik, relaks selama lima detik, dan ulangi setiap peregangan tiga sampai lima kali.

5. Aerobik

Latihan aerobik yang teratur, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat mengurangi intensitas dan frekuensi migrain, menurut National Pain Foundation. Sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan dalam jurnal Headache terhadap pasien migrain yang melakukan senam teratur selama 12-minggu dengan bersepeda di dalam ruangan menunjukkan, ada peningkatan kualitas hidup dan berkurangnya angka kejadian migrain, serta intensitas nyeri.

6. Meditasi

Berbagai teknik meditasi dapat digunakan untuk memfokuskan perhatian dan menenangkan pikiran dari gangguan seperti nyeri kronis. Pada titik ini, ada sedikit data tentang efek dari meditasi pada migrain. Para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine, di Baltimore, yang terlibat dalam percobaan klinis mencoba menentukan apakah Vipassana - teknik meditasi kuno India yang berfokus pada pikiran - dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Sebuah riset kecil pada penderita migrain menemukan bahwa meditasi spiritual mengurangi frekuensi sakit kepala dan toleransi nyeri yang lebih baik ketimbang meditasi sekuler dan relaksasi otot.

7.  Yoga

Sebuah penelitian kecil mengenai sakit kepala melibatkan dua kelompok pasien migrain secara acak yang ditugaskan melakukan terapi yoga selama tiga bulan. Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok kontrol, peserta yoga lebih sedikit mengalami serangan sakit kepala.

8. Latihan relaksasi

Menarik napas panjang, santai mendengarkan musik atau menggunakan pencitraan mental, dapat membantu orang rileks dan mungkin terhindar dari sakit kepala. Temuan ini perlu penelitian lebih lanjut.

Namun, sebuah penelitian terhadap 90 penderita sakit kepala menemukan bahwa pelatihan relaksasi dapat meningkatkan kualitas tidur lebih baik ketimbang akupunktur.

9. Terapi panas dan dingin

Siapapun dapat menggunakan terapi ini. Bahkan, tidak ada risiko bagi wanita hamil dengan sakit kepala. Untuk mengurangi rasa tegang di leher, Anda bisa memberikan sensasi panas ke bagian belakang leher. Untuk sakit kepala, Anda juga dapat menempelkan es ke daerah pelipis.

Menurut penjelasan Edmund Messina, MD, dokter yang berpraktik di Michigan Headache Clinic, pembuluh arteri yang menyuplai darah ke dura (lapisan otak) letaknya di belakang lapisan tulang tipis di daerah pelipis. "Dura akan meradang pada saat Anda mengalami  migraine. Menurunkan suhu pada pembuluh darah yang melewati  area tersebut diyakini dapat meredakan rasa sakit yang timbul," ujarnya.

10. Batasi nitrat dan nitrit

Para ahli menganjurkan untuk menghindari zat-zat yang dapat merangsang sakit kepala, termasuk nitrit dan nitrat dalam daging olahan dan monosodium glutamat (MSG) yang digunakan dalam makanan sebagai penambah rasa. Beberapa obat jantung juga mengandung nitrat.

Sementara itu, kafein, alkohol, phenylethylamine (yang ditemukan dalam coklat dan keju), tiramin (ditemukan dalam kacang-kacangan dan daging fermentasi, keju, dan kedelai), dan aspartam (pemanis buatan dalam makanan banyak) adalah sebagian pemicu dari sakit kepala.

11. Stimulasi transkranial magnetik

Sebuah penelitian baru menemukan, ketika pasien diberik stimulasi magnetik transkranial pada otaknya, mereka mendapat pertolongan lebih baik dalam mengatasi masalah sakit kepala ketimbang mereka yang diobati dengan plasebo. Terapi yang bersifat noninvasif ini berlangsung selama satu atau dua jam dan dilakukan di suatu klinik khusus.

Terapi dilakukan dengan cara menempatkan koil elektromagnetik ke dekat kepala untuk mengirimkan sinyal atau gelombang. Namun demikian, stimulasi magnetik transkranial masih dianggap sebagai terapi eksperimental untuk mengobati migrain.

12. Elektroda implan

Problem sakit kepala kambuhan di masa depan mungkin akan terselesaikan dengan penggunaan elektroda yang ditanam di leher atau otak untuk meredakan nyeri.

Salah satu jenis terapi yang disebut stimulasi saraf oksipital, muncul sebagai pengobatan menjanjikan dalam pengobatan sakit kepala kluster dan migrain, meski terapi ini masih perlu dikaji melalui studi berskala besar. Dalam perawatan ini, elektroda ditanamkan di dasar tengkorak, dekat saraf oksipital.
Baca Selengkapnya...

::_Proses saat tidur mematangkn Otak_::

Masih ragu dengan pentingnya kesehatan tidur? Bukti-bukti ilmiah tentang pentingnya tidur terus bertambah. Nah, yang terbaru adalah tentang pentingnya tidur bagi perkembangan otak.
Penelitian yang terbit pada American Journal of Physiology: Regulatory,Integrative and Comparative Physiology, edisi Februari 2013 menunjukkan perubahan-perubahan gelombang otak tidur pada masa pra remaja. Pematangan sel-sel saraf ini terjadi pada peralihan masa kanak-kanak ke remaja.
Tidur memiliki tahapannya sendiri sepanjang malam berdasarkan gelombang otak selama tidur. Dua pembagian besar adalah tahap tidur REM dan tidur NonREM. Tahapan tidur NonREM (NREM) dibagi lagi menjadi tahap tidur N1, N2 dan N3. N1 merupakan tahap tidur ringan, N2 tidur sedang, dan N3 adalah tahap tidur dalam.
Penelitian ini melihat gelombang otak delta dan theta pada tahap tidur REM dan NonREM di rentang usia 6-18 tahun. Lalu dinilai perubahan-perubahan gelombang delta yang terjadi. Perubahan delta power seiring bertambahnya usia berkaitan langsung dengan proses pematangan otak dan kemampuan berpikir kompleks manusia.
Delta power NREM meningkat sejak usia 6 hingga 8 tahun lalu menurun. Penurunan aktivitas delta tampak paling banyak di usia 12-16,5 tahun. Sementara pada tidur REM sejak usia 6 tahun aktivitas delta justru sudah menurun, dan terus turun hingga usia 16 tahun.
Penemuan baru ini menunjukkan bagaimana proses tidur penting bagi perkembangan otak anak-remaja. Terutama dalam rentang empat setengah tahun, dari usia 12-16,5 tahun tidur jadi amat penting. Melihat perubahan pada gelombang otak tidur, sebenarnya merupakan cerminan bagaimana proses tumbuh-kembang dan pematangan saraf-saraf otak terjadi.
Jadi, jika tidur dianggap sebagai fase kehidupan yang tidak aktif, ternyata justru sebaliknya. Segala proses tumbuh-kembang dan pematangan kemampuan otak justru terjadi saat tidur.
Baca Selengkapnya...

_Sapu Lidi_

Abah mau menerangkan satu hal yang sangat penting dalam hidup kalian," ujar lelaki yang dipanggil Abah oleh anak-anak tersebut. "Apa itu, Abah?" tanya salah seorang anak. "Sebelum menjawabnya, Abah ingin setiap kalian membawa sebuah sapu lidi," jawab Abah. Anak-anak itu terlihat sedikit bingung dengan apa yang dikatakan Abah, tapi akhirnya mereka pun menuruti keinginan Abah.

Masing-masing anak kembali ke rumah untuk mengambil sapu lidi. "Nah, syukurlah kalian telah memegang sapu lidi," ujar Abah sambil memandangi anak-anak tersebut. "Tugas kalian adalah menyapu halaman masjid ini sebersih mungkin. Udin menyapu bagian depan, Ahmad menyapu bagian kiri, Ali yang bagian kanan, dan Fahri bagian belakang," kata Abah dengan rinci. "Abah beri kalian waktu selama tiga puluh menit untuk menyapu, setiap satu menit kalian harus mencabut sebatang lidi, dan setiap sapu harus terdiri dari tiga puluh batang lidi. Siapa yang paling banyak menyapu dan paling cepat, maka ia akan mendapatkan hadiah". 

Segera saja keempat anak itu mengerjakan apa yang diperintahkan Abah. Dengan tekun dan gesit mereka menyapu halaman sekitar masjid yang cukup luas. Setiap satu menit Abah menepuk tangan sebagai tanda agar keempat muridnya mencabut sebatang lidi. Begitulah proses tersebut berlangsung. Batangan lidi yang berjumlah tiga puluh tersebut, satu demi satu hilang seiiring berlalunya waktu. Pada hitungan ketiga puluh, kumpulan lidi tersebut habis semua.

Setelah itu Abah memeriksa hasil kerja keempat muridnya. Tenyata hasilnya berbeda-beda. Ada yang mampu menyapu seluruh halaman, ada yang hanya setengah, bahkan ada yang hanya sedikit. Abah hanya tersenyum saja. Sejenak kemudian dia memanggil keempat anak tersebut. "Anak-anakku, Abah lihat kalian sudah menyapu dan hasilnya pun Abah rasa cukup menggembirakan. Halaman masjid menjadi bersih, walaupun Abah melihat bahwa sebagian dari kalian tidak berhasil membersihkan sampah secara keseluruhan," ungkap Abah. Setelah semuanya berkumpul, Abah bercerita kembali, "Ketahuilah anakku, bahwa salah satu harta yang Allah berikan kepada manusia adalah waktu. Ia adalah modal terbesar yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Barangsiapa yang mampu memanfaatkannya secara baik, maka ia akan bahagia hidupnya; tapi barangsiapa menyia-nyiakan waktunya maka ia akan sengsara.

"Abah, apa hubungan antara waktu dengan sapu lidi?" tanya seorang muridnya. "Itulah yang akan Abah terangkan kepada kalian," kata Abah. Ia pun melanjutkan petuahnya, "Hidup seorang Muslim itu seperti sapu lidi yang kokoh. Setiap hari satu batang lidi gugur, sampai pada satu saat tidak ada lagi lidi yang tersisa. Jadi lidi ini dapat dianalogikan dengan waktu yang membentuk hidup kita. Kalau kita memboroskannya berarti lidi itu hilang tanpa kita sempat menyapu. Karena itu, menyapulah sebanyak dan sesering mungkin sebelum lidi-lidi itu berguguran. Gunakanlah waktu muda kalian untuk berkarya besar, sebelum datangnya waktu tua saat kalian tidak mampu lagi berbuat apa-apa lagi.
Baca Selengkapnya...

02 Januari 2013

::_Our Graduation_::

Masih inget kan postingan serba serbi PKL? ah... waktu itu, pengen banget semuanya cepet-cepet beres segala urusan soal sidang TA juga Skripsi, ngerasain gimana rasanya deg-degan pas sidang.

Alhamdulillaah, satu per satu dilalui dan tertunaikan. satu sisi harus ada yang digapai, sisi lain harus rela adanya perubahan dan 'perenggangan'. tak taulah apa kata yang tetap untuk hal 'perengganggan' *tak kuaseu*. intinya akan ada rentang waktu yang entah berapa lamanya untuk bisa kumpul dengan gaya khasnya anak-anak IRM B4/09.

Ya, ga bisa dihindari sekaliber Dhizza akhirnya merasakan yang namanya 'perengganggan' ini. Terucap Syukur yang tak hingga, *pahitnya perjuangan kita dulu telah kita reguk manisnya kini*. Jazakillaah khoiron katsiron untuk Dinar Hadianti, A.Md.Perkes.,S.ST yang telah mau bersama melewati ini semua. Syukron Jazilan :-D #terlepas dari wisuda, bahagia tak hingga juga akhirnya tetehke ini menemukan belahan jiwa yang tak terduga 'dulu' *secara sama KM kelas IRM B4/09 euy...*. Alhamdulillaah. I Proud Of You, perjuangan berbakti sama ibu membuat langkahmu semakin mudah dan barokah. Ibu pasti sangat bangga padamu, beybeuh. 22 Desember 2012 diwisuda + dikhitbah, Masya Allaah. :-Q #ngiler dah... ditunggu hari pernikahannya yaah sama kang Wildan Zayyin Taufiq,A.Md.Perkes.,S.ST, Insya Allaah. buat kang idan nya juga jazakallaah khoiron katsiron, berbagai hal masalah kuliah atau masalah kegaluan kita bisa sama2 share, walau kadang neng dinarnya ikut cemburu kalau masalah kegalauan. hheee
maaf ya tetehke,... :*

teruntuk kang Muhammad Abduh Sobar,... siapakah beliau? anggota baru ya??? hhee begitulah. mungkin diblog ini namanya perdana dipajang. Jazakallaahu khoiron katsiron, telah Allaah jadikan sebagai jalan za belajar bagaimana melangkah, menetukan jalan, menegarkan hati, meredamkan emosi. semoga ikhtiar ini diberkahi. aamiin.
#syukron jazilan buat Mamah 'iah dan the big brother-nya yang Kompak abis deh.... :-D




................... anak chef Marinka...........................
Pertama kali kerumahnya disuruh makan plus disuguhi banyak makanan, kadang ni anak juga suka bawa bolu ke galanggang, alhasil.... rasanya begitu rrruuuuuaaaarrrr biasa cuy. konon, itu adalah masakan atau makanan buatan ibunya. bingung mau menjuluki apa, berhubung acara yang lagi lumayan digemari di TV Master Chef, jadi itulah julukannya "Chef Marinka", hheee *Maaf yaa buuu*. eh anaknya lupa dikenalin, Ronoheeeee... eh bukan, ibunya sih suka manggil 'atih' katanya itu panggilan kesayangan. tapi dengan tersentak kanget anak ini protes pengen dipanggil nisa. gkgkgkgk. Yup anak ini aslinya bernama Rani Chaerunnisa yang sekarang udah kecapai tuh A.Md.Perkes.,S.ST-nya. Kegalauan ini akhrinnya berujung diwisuda 22 Desember 2012 ya bro.... Salut.... walau sang mister black, black lenovo maksutnya yang sering diceritain ga terungkap klo nte ngebet abis, tapi bisa jadi jalan ngasilin karya juga tuh.
#teh dian, nyo-o + zahra... laaaah bikin kangen sidangkerta lah pokokna. jazakumullaah khoiron katsiron.

Dan...
Wisudawan-wisudawati IRM B4/09....
Jazakumullaah khoiron katsiron.... mohon maaf lahir bathin yaaaaa...
6 bulan sebelum wisuda udah jarang banget ngumpul + 'ngalonyeng' sakelas, yang masih diinget waktu papme tuh. kalo diibaratkan za punya warna hitam atau putih, kalianlah yang menjadi warna pink, biru, ungu, kuning, hijau, merah dan lainnya yang membuat pandangan indah ngeliatnya. thanks a lot for all....

 ::_SELAMAT DAN SALAM SUKSES UNTUK BIG BROTHER B4/09_::
Baca Selengkapnya...

03 Mei 2012

::_Dhizza, itulah namanya_::

Assalamu'alaikum wr wb...

Dhizza? nama siapa ya? diadopsi dari dua nama orang terkenal dan teheboh di kelas IRM B4/09 jurusan Informatika Rekam Medis Politeknik Piksi Ganesha Bandung. Dhizza, Itulah namanya :-)


Dinar Hadianti dan IZZA Rupaida Febriani. Dhizza, itulah namanya. :-)

keras kepala, ga mau ngalah, sok penting, merasa benar sendiri, pengen menang sendiri, terkadang melankolis, mudah galau, tegar, meski terkadang pura-pura 'tegar' adalah perpaduan yang begitu indah dalam diri kami. Tidak menjadi sempurna tapi Alhamdulillah bisa saling melengkapi.Dhizza,  itulah namanya :-)

'ngebolang' itulah istilah yang menjadi favorite kami berdua. Dhizza, Itulah namanya :-)

Makasih ya Allah, Engkau hadirkan dia dihidupku. tentu saja dengan berbagai hikmah yang kau tujukan padaku atas dasar sayang-Mu. Dhizza, Itulah namanya :-)

Berharap Jalinan ini hanya atas satu jalan, yaitu jalan cinta para pejuang. dimana adanya cinta terbentuk dengan kokoh lagi mengokohkan, cinta yang mengubah lagi menggugah. Dhizza, itulah namanya :-)

terganti atau tidak, Dhizza, tetap itulah namanya :-)
Baca Selengkapnya...

29 April 2012

::_Serba Serbi PKL_::

Assalamu'alaikum wr wb....
Alhamdulillah, masa - masa ini dirasakan juga. padahal dulu selalu berfikir gimana ya kalo nanti PKL???, kalo nanti nyusun, kalo nanti sidang, kalo nanti wisuda, kalo nanti nikah? Upsss... yang itu mah khususon hehe :-P

dimulai dari sebuah hari jum'at di bulan februari pekan akhir yang cukup mengagetkan, mencengangkan #lebay. tepat 3 hari sebelum dimulainya PKL. awalnya nyantai-nyantai aja. orang mau PKL gelombang kedua (sekitaran bulan april), dan Subhanallah ada 2 buah tulisan nama yang entah bagaimana bisa masuk dalam daftar peserta PKL di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. ya, tepat! dua nama itu ialah IZZA RUPAIDA FEBRIANI & DINAR HADIANTI. 

kaget memang, sangat - sangat kaget. semua serba mendadak mengurus persyaratan ini itu untuk persiapan PKL hari seninnya. keputusan harus dipilih dan dijalani konsekuensinya, namun entah bagaimana hati terus menuntun YAKIN BISA!

Alhamdulillah... 2 bulan dijalani dan dinikmati, banyak kenangan sama pegawai RSHS. Pa Ahmad, Pa H.Agus, Pa Agus, Pa Sobur, Pa Teguh, dan spesial buat pembimbing tercinta Pa Djaka Kusnandar. hehe.. ah jadi kangen, walaupun sebenarnya sering bolos ditengah PKL, nyaris gagal pas mau presentasi laporan. xixixixi

Nah, itu tuh tentang presentasi laporan. Subhanallah... noroktoksnya. :-D gimana ga tegang cin, jam 9 masih OTW padahal itu harusnya udah mulai. Lari-lari sama kang Abuy deh sepanjang lorong rumah sakit sampe naik tangga. huft...Alhamdulillah Allah Maha Baik Banget... udah Spechless.




  Alhamdulillah, selesai juga PKLnya, selang beberapa hari kemudian, refreshing ke subang :-D
ALHAMDULILLAH..... ^-^





Baca Selengkapnya...

01 April 2012

::_Madrasah Cinta_::


Hari itu begitu cerah menyelimuti seantero kota Bandung. Angin berhembus begitu dinginnya menusuk tulang. Aku pun terbangun oleh dinginnya cuaca, ah.. gumamku kemudian bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku yang agak bau apek. Setelah mandi dan menggosok gigi akupun berwudhu untuk menunaikan kewajiban shalat shubuh berjamaah di mesjid.

Tak berapa lama terdengarlah panggilan adzan dari mesjid yang tak jauh dari rumahku, aku seperti biasa sebelum pergi ke mesjid melaksanakan shalat sunat qobla shubuh di rumah, kemudian kubuka pintu rumah krek…dan terasa ser… ser…angin pagi berhembus menyelimuti tubuhku begitu dinginnya, enggan rasanya aku untuk melanjutkan pergi ke mesjid waktu itu. Ku paksakan diriku untuk pergi ke mesjid, dengan langkah yang agak cepat karena takut kehilangan shaf paling depan yang kata ustadz itu adalah shaf yang paling baik bagi seorang laki-laki.
Sampai di mesjid aku melihat jamaah yang sudah berkumpul menunggu ustadz yang belum selesai dari shalat sunatnya. Tak berapa lama iqomat dikumandangkan oleh muadzin, kami pun melaksanakan shalat shubuh. Setelah selesai melaksanakan shalat shubuh, seperti biasa aku , Firman, Asep, Eri, dan Yadi suka mengikuti pengajian shubuh bersama bapak-bapak dan ibu-ibu di mesjid yang dipimpin oleh ustadz Suryana.

Aku duduk berdampingan dengan Firman, seperti biasa aku suka sedikit ngobrol dengan dia kalau yang giliran baca orang lain. Aku menyapa Firman waktu itu : “Fir ayeuna rek lari moal beres ngaji ?” (Fir mau lari gak sesudah selesai mengaji)
“Hayu lah poe ieu euweuh kuliah da” jawab Firman. (Oke hari ini gak ada kuliah kok)

waktu satu jam tak terasa sudah berlalu dan pengajian pun selesai, aku, Firman , Asep, Eri dan Yadi berpamitan kepada pa Ustadz untuk pulang duluan. “Er ikut gak kita mau lari nih ?” tanya ku pada Eri.” Kemana gitu larinya?” tanya Eri, “ Ya seperti biasa kita keliling ke jalan Lingkar Selatan “ jawabku.

Kami pun berpisah menuju rumah masing-masing untuk mempersiapkan lari pagi. Aku coba meminta ijin pada kedua orang tuaku untuk lari pagi waktu itu,
“Emang mau lari kemana Rizal?” tanya ibuku dengan nada yang begitu lembut , “ya Seperti biasa Ma, keliling Lingkar selatan bersama teman pengajian” jawabku, “Ya boleh, tapi sepulang dari lari kamu harus bantu Bapak belanja ke pasar”. ibuku menimpali. “ Ya… Ma”.

Setelah mendapat ijin dari ibu aku pun pergi menuju rumah Firman dan Eri , dan ternyata mereka sudah siap di depan rumah Firman. Kami pun berangkat menuju jalanan, sampai di ujung gang aku melihat Cucu sedang menunggu angkutan kota hendak pergi ke sekolah. Aku bergumam dalam hatiku “Duh.. Cucu anggun sekali, wajahnya yang putih bagai salju begitu pas dengan memakai jibab warna putih”. Aku tidak sadar kalau Firman dan Eri memperhatikanku. “ Hey titatadi merhatikeun si Cucu we, rek lari moal?” tanya Firman (Dari tadi memperhatikan Cucu, Mau lari ga) “ Oh ya mau atuh, kirain tidak memperhatikanku” sambil merah wajahku karena malu.

Sambil lari aku masih membayangkan begitu anggunnya Cucu memakai jilbab, mungkin inilah pandangan pertama yang membuat jantung ini berdetak, pikiran melayang dan hati terasa berbunga, padahal aku sering bertemu dengan Cucu, tapi baru kali ini ada perasaan yang beda di hatiku. Ya… Cucu adalah teman pengajian di madrasah, selain itu masih ada ikatan saudara yang agak jauh dari Bapakku. Lari pagi yang begitu jauh hari itu agak tidak terasa capeknya, aku pun berkelakar “ wah… hari ini rasanya gak terlalu capek nih” “ bagaimana bisa capek kalau larinya sambil melamun “ jawab Eri dengan nada menyindir.

Duh aku jadi malu juga nih ternyata sepanjang jalan tadi mereka memperhatikanku. Di perempatan jalan kami pun berpisah menuju rumah masing-masing. Sampai di rumah aku sedikit tersenyum-senyum, indah rasanya pagi hari itu seolah-olah ingin terbang, sehingga mengundang perhatian ibuku “kenapa kamu kok lain dari biasanya “ “ Yah begitu deh… hari ini rasanya bumi ini harum sekali “ jawab ku sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku yang bau karena keringat.

Waktu itu hari tak terasa sudah hampir maghrib, aku seperti biasa mempersiapkan untuk shalat maghrib berjamaah dimesjid, sayup-sayup terdengar adzan berkumandang dari mesjid. Aku pun sambil membawa buku dan kitab pergi ke mesjid ,karena setelah selesai shalat maghrib, aku dan teman-temanku suka mengikuti pengajian di madrasah bersama remaja yang lain. Setelah selesai shalat maghrib kami pun pergi ke madrasah yang letaknya tidak jauh dari mesjid. Kebetulan waktu itu aku dan Firman datang lebih dulu, “Zal kamu suka yah sama Cucu” tanya Firman ,Aku agak bingung juga menjawab pertanyaan dari Firman kalau dibilang ya aku takut firman menyebarkan ke yang lain maklum ini kan tempat pengajian bukan di kuliahan,tapi kalau aku jawab engga aku emang suka pada Cucu semenjak tadi pagi melihatnya berangkat ke sekolah.

“Hey… kok melamun ditanya teh “ Firman kembali berkata padaku. “Duh ..bingung Fir entah kenapa hatiku agak dag dig dug “ jawabku

“ Yah kalau kau memang suka sama Cucu, tembak saja toh kelihatannya Cucu juga suka sama kamu” sahut Firman.

Mendengar ucapan itu hatiku berbunga , jantung ini terasa diam sejenak karena aku mendapat dukungan dari sahabat karibku. Ketika aku ngobrol datanglah Cucu dengan temannya. Dug… jantungku berdetak kencang melihat Cucu begitu anggun dengan jilbabnya dan duduk disebelah kananku. Tak berapa lama ustadz Suryana datang sambil membawa kitab, kemudian beliau memberikan salam dan memulai pelajaran. Ya.. harus aku akui malam itu hatiku terasa melayang entah kemana , sambil memperhatikan ustadz sekali-kali aku menoleh ke arah Cucu, dan saat itu juga ternyata Cucu memandangku, aku jadi malu dan tak kuasa menahan hati ini.

Pengajian bubar pada jam sembilan malam, kami pun meninggalkan madrasah, sambil berjalan aku coba memberanikan diri untuk mengajak Cucu ngobrol, maklum lah…pa Ustadz sudah pulang terlebih dahulu, jadi aku engga malu untuk mengajak ngobrol Cucu.

Cucu rumahnya tidak terlalu jauh dari mesjid, sambil pulang aku ngobrol dengan Cucu perihal sekolahnya. Yah inilah mungkin caraku untuk bisa mendekati Cucu, malam itu juga Cucu meminjam buku catatan pengajian padaku. Aku agak heran kenapa kok Cucu pinjam catatan padaku padahal dia lebih rajin daripada aku.

Kami pun bubar menuju rumah masing-masing, malam yang dingin dan bintang yang bersinar menjadi saksi kegembiraanku saat itu. Sesampainya di rumah aku tersenyum sendirian. “Inikah yang dinamakan cinta” gumamku. Ya.. harus ku akui ini adalah pertama kali aku merasakan jatuh cinta. yang sering orang bilang berjuta rasanya. Aku pun menuju tempat tidur ku untuk istirahat, kurebahkan badan sambil memandang langit-langit rumah. Aku pun tertidur lelap, mungkin setelah seharian penuh menjalani rutinitasku sebagai mahasiswa semester 2 di sebuah perguruan tinggi di Bandung dan sambil membantu ayahku berjualan.

Kring… suara weker begitu nyaring, Ah… aku terbangun dari tidurku shubuh itu, “aduh aku kesiangan nih jangan-jangan aku engga sempat bertemu dengan Cucu di depan rumahnya” dengan lari terpontang panting aku langsung menuju kamar mandi. aku dan Cucu sering bertemu kalau aku mau pergi shalat shubuh ke mesjid, Cucu suka membersihkan teras rumahnya dan menyiram bunga-bunga di depan rumahnya. Mungkin inilah percikan-percikan cinta yang saat ini sedang menggelora dalam jiwa kami. Inilah pertemuan kami selain di madrasah, karena kalau di madrasah kami suka malu kalau ngobrol atau berpandangan. Aku sadar bahwa Islam tidak memperbolehkan untuk pacaran, makanya aku sedikit gemetar dan agak mengigil kalau sedang ngobrol dengan Cucu. Tapi darah muda yang mengalir pada diriku membuat aku agak berani untuk mengajak Cucu ngobrol.

Pada suatu pagi aku mencoba memberanikan diri akan mengantar Cucu pergi ke sekolah. Di jalan yang seperti biasa Cucu menunggu angkot aku sudah berdiri disana dengan membawa motor kesayanganku. Tak berapa lama Cucu datang dan tersenyum padaku, indah , manja membuat aku tak berani memandangnya lama-lama. Waktu itu aku tidak janjian dulu pada Cucu untuk mengantarnya, sehingga Cucu hanya tersenyum dan menunggu angkutan kota yang lewat. Jantungku berdetak kencang dan darahku terasa mengalir begitu derasnya antara mengantar Cucu atau jangan, perasaanku tidak enak waktu itu aku seperti kehilangan keberanianku untuk mengantarnya, tapi heran… Cucu pun belum juga mendapatkan angkutan kota yang akan mengantarnya ke sekolah. Hatiku bergumam mungkin Cucu juga sama perasaannya denganku, dia ingin aku mengantarnya tapi ia malu untuk bicara.

Cukup lama juga aku merasakan perasaan itu, setelah aku berpikir panjang aku pun memberanikan diri untuk mengantarnya pergi ke sekolah, “Cu mau ku antar ke sekolah ga?” tanyaku dengan sedikit terbata-bata dan malu, maklum baru pertama kali aku merasakan perasaan seperti ini. “emang kang Rizal tidak keberatan gitu” jawab Cucu begitu merdunya, suaranya membuat hatiku semakin galau waktu itu. “engga kok “jawabku sambil menyiapkan motor kesayanganku.

Cucu pun naik sepeda motorku, dag… dig… dug… jantungku semakin kencang berdetak tatkala motor yang ku kendarai mulai berjalan dan Cucu menggandengkan tangannya. Perjalanan yang cukup jauh tak terasa, akhirnya aku sampai juga mengantar Cucu ke sekolahnya, dalam hatiku ingin rasanya aku menyatakan cintaku padanya. Tanpa sadar akupun berjanji pada Cucu untuk menjemputnya pulang sekolah nanti, bagai pucuk ulam pun tiba ternyata Cucu mau. Ah… sungguh pagi itu dunia serasa menjadi milikku.

Di perjalanan pulang pikiranku melayang, terbang menuju awan. Terpikir dalam hatiku untuk membeli suatu cindramata untuk kuberikan pada Cucu pulang sekolah nanti, tanpa berpikir panjang aku langsung menuju sebuah swalayan yang kebetulan sudah buka pada pagi hari. Aku masuk mencari sesuatu yang agak unik untuk kuberikan pada sang pujaan, mataku berkeliling seperti orang yang kebingungan, sampai-sampai seorang pelayan bertanya kepadaku “ mau beli apa kang?” sahutnya, “oh ini mencari sesuatu yang agak unik untuk seseorang “ jawabku tersipu malu. “ oh.. kalau itu, adanya di sebelah sana kang” sahut pelayan tersebut sambil menunjukkan dengan jarinya ke arah sebuah rak. Akupun bergegas dengan cepat menuju rak tersebut. Terlihat berbagai kerajinan tangan ada di rak tersebut, mataku tertuju pada sebuah mainan yang terbuat dari nikel, lucu kelihatannya hadiah untuk sang pujaan.

Akupun segera mengambil mainan tersebut dan membayarnya di kasir. Setelah itu aku pulang ke rumah, karena tadi bapakku mengajakku untuk berbelanja ke pasar. Sampai di rumah ibu bertanya “Dari mana saja Zal? Pagi-pagi sudah keluyuran” “anu Ma… mengantar teman “ sahutku dengan nada yang terbata-bata, rupanya ibu agak curiga juga padaku “teman apa teman ?” sindirnya. “ya.. teman Ma” aku agak gagap juga menjawabnya.

Waktu dhuhur sudah tiba, aku segera mengambil air wudhu untuk shalat berjamaah di mesjid. Hari itu adalah hari yang berharga bagiku, karena pertama kali aku mengantar seseorang yang aku cintai. Setelah selesai shalat aku segera pulang dan mengeluarkan motor kesayanganku, “ Zal kamu gak kuliah ? kok pakai pakainan biasa?” ibuku bertanya, “ oh…enggak Ma, hari ini aku libur” jawabku, “ lalu mau kemana kamu kok udah rapih” tanya ibuku keheranan “ Biasalah Ma, aku ada perlu sebentar” aku menimpali walau sedikit agak gagap.

Jam menunjukkan pukul 12.30, alhamdulillah aku telah sampai di sekolah Cucu. Tak berapa lama kelihatan siswa-siswi di sekolah itu sudah pada pulang, dag… dig… dug … jantungku mulai berdetak, aliran darah mulai menderas, dan tubuh ini tersa tidak berpijak di bumi. Dari kejauhan terlihat Cucu dengan temannya sambil bercanda menuju ke arahku.
“Oh… ini Cu rupanya si akang teh” sahut temannya, walau aku lebih tua dari mereka, tapi rasanya aku agak malu juga waktu itu. “ Eh Cu .. gimana pulang sekarang “ aku memberanikan diri memulai pembicaraan, “ya sekarang aja kang” Cucu menimpali.

Kami pun bergegas meninggalkan sekolah tersebut sambil berpamitan pada teman-teman Cucu yang begitu familier. Di perjalanan aku berpikir lebih baik aku menyatakan cinta ini hari ini juga, karena kapan lagi aku punya kesempatan seperti ini. Di tenganh perjalanan aku sengaja menepikan motorku,
“Kang kok berhenti disini?” tanya Cucu keheranan,
“Oh… ya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu “jawabku. “emangnya ada apa gitu ?” tanya Cucu dengan keheranan yang semakin bertambah.
Dengan sedikit gugup, dan tubuh yang melayang aku mencoba merangkai kata yang indah sambil diselingi dengan canda,” Begini Cu…akang teh suka sama Cucu” . Cucu yang putih bagai salju dengan jilbab warna putihnya, kelihatan memerah , “kang apa engga salah denger Cucu teh ? “ sahut Cucu dengan terbata-bata, “Engga kok Cu “ aku langsung menjawab dengan suara yang tegas. Dengan sedikit gemetar dan wajah yang memerah bagai bunga mawar, Cucu kemudian mengatakan sesuatu yang berarti bagi kehidupanku “ Cu…cu… juga suka sama a…kang”

Bumi terasa bergoncang dan awan menjadi mendung saat itu, cintaku diterima oleh sang pujaan. Mendenganr hal itu aku pun memberikan Cucu Cindramata yang tadi aku beli di swalayan. Kemudian aku mengantar Cucu pulang sampai depan rumahnya, “kang masuk dulu” Cucu mengajakku mampir ke rumahnya, “nanti aja Cu, soalnya aku harus membereskan tugas rumah yang begitu banyak” aku menimpali.

Perjalanan cinta pertama kami berjalan mulus, bak air yang mengalir. Setiap hari kami bertemu di madrasah dan menyempatkan diri untuk bercanda dan berbincang-bincang, jika ustadz Suryana belum datang.
Suatu sore aku memberanikan diri untuk berkunjung ke rumah Cucu, dengan sedikit gugup aku mengetuk pintu rumahnya, dag… dig… dug… rasanya jantungku berdetak amat kencang, seperti dalam mimpi yang dikejar anjing.
Drek…. Suara pintu terbuka, “eh kang Rizal, silahkan masuk kang “ sahut adik Cucu. Aku pun masuk kemudian duduk di sofa, sambil menunggu datanglah orang tua Cucu menghampiriku “ eh… Rizal, tunggu dulu yah Cucu nya lagi mandi dulu”, “oh engga apa-apa bu “ sahutku tersipu malu. Tak berapa lama Cucu muncul dari balik kamarnya, manis sekali kelihatannya sambil tersenyum dengan jilbab warna hijau. sungguh keadaan yang tak pernah aku bayangkan.
Seiring berjalanya waktu dan ilmu yang aku pelajari, pemikiran ku mulai berubah, terutama setel;ah aku sering pergi ke pengajian ustadz Syaiful yang cukup jauh dari rumahku. Aku mulai membatasi pergaulan dengan lawan jenis termasuk Cucu yang selama ini aku cintai. Aku jadi jarang ngobrol dan jarang berkunjung ke rumahnya dalam pikiran ku aku takut cintaku pada Cucu akan menjadikan sebuah maksiat kepada Allah SWT.

Ya… pikiranku mulai terbuka, kenapa Islam tidak membolehkan seseorang berpacaran atau berdua-duan sebelum menikah. Aku mencoba memberi pengertian pada Cucu bahwa aku jarang ngobrol dan berkunjung itu bukan karena aku bosan terhadapnya, tetapi karena aku baru sadar dan paham tentang larangan berpacaran pada agama Islam yang aku anut. Cucu mulai berontak dan tidak mempercayaiku, malah ia menganggap aku punya pacar baru. Sedih rasanya….orang yang aku cintai tidak memahami pada apa yang terjadi pada diriku selama ini.

Pada suatu hari aku berkunjung ke rumah Cucu, “assalamala’ikum “ sahutku sambil mengetuk pintu rumah Cucu. “wala’laikum salam “ terdengar suara ibunya Cucu menimpali. “eh Rizal, ayo masuk Zal dari tadi Cucu cemberut aja tuh…” kata ibu Cucu sambil tersenyum. Aku pun duduk di sofa depan seperti biasa dan tak berapa lama Cucu datang dengan muka cemberut, wajah yang sinis seolah tidak senang dengan kedatanganku, sungguh bak bumi dan langit perbedaan yang terjadi saat itu dengan masa kami dahulu “ Cu kenapa sih kok cemberut ?” sapaku, “ah.. ga apa-pa kok” Cucu menjawab dengan nada yang agak gusar. “Cu aku benar-benar sayang sama kamu, aku mohon kamu mengerti akan prinsipku saat ini “ aku berkata lirih seolah olah memelas pada Cucu, “kalau kamu emang sayang , kenapa setiap kita bertemu kamu suka tidak mau aku ajak ngobrol.. atau setiap kali aku minta antar kamu suka tidak bisa” kata Cucu dengan nada yang tinggi dan wajah yang memerah karena marah . Malu rasanya oleh orang tua Cucu yang duduk di ruang tengah.

“ Cu… bukan aku tidak sayang atau tidak mau, tapi aku ingin pacaran kita disesuaikan dengan ajaran Islam” jawabku dengan nada membujuk dengan kesedihan yang menyelimuti tubuhku, “ah ..kalau akang emang sudah ga suka ya… kita putus aja dan jadi sahabatan” dengan nada marah dan meninggi, kelihatan wajah yang begitu anggun berubah menjadi garang bagai singa yang sedang memangsa tangkapannya. Sedih, merana dan tak berdaya rasanya, orang yang aku cintai tidak bisa memahami prinsipku, “ Cu… kalau kamu ga percaya akan cintaku aku ingin menghadap pada orang tuamu” “untuk apa kamu pada orang tuaku?” tanya Cucu dengan nada yang tetap tinggi. “ aku ingin melamarmu dan kalau perlu aku siap untuk menikahimu” “Apa… menikah…?suara Cucu tinggi sambil mencibirkan bibirnya,”ga… aku… ga… mau menikah, aku masih ingin main bersama yang lain “sambung Cucu dengan nada kesal dan meledekku saat itu. “kalau begitu gimana dong hubungan kita “ tanyaku lirih dengan jiwa yang tak berdaya. “ya udah… kita sahabatan saja “ dengan nada gusar Cucu menimpali.

Hancur rasanya hati ini, bagi disambar petir di siang hari mendengar perkataan dari Cucu, sepertinya dunia ini tidak memihakkku. Aku pun permisi meninggalkan rumah Cucu dengan muka sedih, badanku terasa berat menerima kenyataan ini. Sampai di rumah aku bergegas ke kamarku, aku ambil bantal dan menangis tersedu-sedu, walaupun aku seorang laki-laki aku tak kuasa menahan kepiluan hati ini, aku menangis bukan karena putusnya cintaku, tapi aku menangis karena orang yang aku cintai selama ini tidak bisa memahami prinsipku saat ini.
Hari berganti hari, aku dan Cucu masih suka bertemu di madrasah. Teman-teman ku mulai curiga dengan hubunganku , “ Zal kamu putus ya sama Cucu “ Tanya Eri padaku “ Ya….Er aku putus, sedih rasanya…” jawabku dengan nada lirih, “udahlah toh pasti Allah SWT akan mengganti dengan yang lebih baik, kalau alasan kita putus karena Allah” kata Eri menghiburku. “ya mudah-mudahan aja” sambungku.
Waktu tak terasa begitu berlalu, aku masih bertemu dengan Cucu. Saat ini Cucu sudah kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Bandung, setiap kali bertemu kami hanya tersenyum tanpa ada obrolan sedikitpun. Aku merasa malu jika aku memaksakan kehendakku.

Tiga tahun berlalu, dan aku saat ini sudah bekerja di sebuah perusahaan, tapi sampai detik ini aku belum mendapatkan pengganti Cucu. Aku teringat janjiku bahwa aku ga akan menikah sampai aku melihat Cucu menikah dengan yang lain sebagai bukti cintaku padanya. Puitis emang, tapi itulah kenyataan hidup yang harus aku jalani.
Tak berapa lama berselang aku mendengar Cucu akan menikah dengan laki-laki pujaannya. Sedih…. Senang… bercampur saat itu, aku pun memberanikan diri untuk datang ke pernikahannya dan menyampaikan selamat kepadanya.
Sejak saat itu aku pun mulai mencari pasangan hidup, dengan disertai doa dan dukungan dari teman-teman seperjuanganku, akhirnya… aku menemukan pasangan pengganti Cucu. Aku teringat perkataan Eri waktu aku putus dengan Cucu, bahwa jika kita putusnya karena Allah SWT insya Allah akan diganti dengan yang lebih baik. Aku pun mendapatkan pasangan yang begitu baik dan menerimaku apa adanya. Dia seorang gadis berjilbab yang sangat rapih, anggun, cantik dan lebih muda dari Cucu.
Baca Selengkapnya...

Jika saja bukan karena keridhaan-Mu, Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini dengan Cinta-Mu? #Izza Rupaida Febriani#